Usaha Online-mu Sepi? Mungkin ini Penyebabnya!

Menjalankan usaha online zaman sekarang memang seru. Selain mudah dilakukan, terkadang juga tidak memerlukan banyak modal. Makanya banyak dari pebisnis online berasal dari berbagai kalangan. Baik dari ibu-ibu rumah tangga biasa, mahasiswa, bahkan sampai pengusaha. Membangun usaha online ini memang sekilas mudah dilakukan. Siapa sangka banyak juga kalangan yang tiba-tiba gulung tikar di tengah jalan.

Banyak dari lapisan masyarakat yang kurang begitu teredukasi untuk membina bisnis dan usaha yang baik dan benar. Kebanyakan dari mereka hanya tahu bagaimana memulai, tanpa tahu bagaimana kita harus bersaing, dan mempertahankannya. Jika usaha onlinemu tiba-tiba sepi, berarti kamu harus mengkroscek lagi apakah lapakmu masih menarik? atau justru ketinggalan zaman? Sehingga kita yang memiliki bisnis online selalu update perkembangan zaman dan keinginan pasar.

Menjalankan usaha apapun memang harus selalu sabar, tekun dan peka. Tidak terkecuali usaha online ini. Iya, peka terhadap apa yang lagi in, dan yang lagi viral. Dengan begitu akan menjadikan kita bisa selalu berinovasi.

Jika usaha onlinemu masih gitu-gitu aja, sepi dan tidak berkembang, mungkin ada beberapa penyebab yang menjadikannya sepi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Lapak Ketinggalan Zaman

Beberapa waktu terahir ini, setting layout tempat dan lapak usaha memang menjadi pusat perhatian. Seperti kalau kita mau baca buku pasti yang dilihat covernya dulu. Begitu juga dengan usaha online, untuk menarik pengunjung tentu kita harus mengemasnya dengan unik dan menarik.

Selain menarik minat, membuat lapak jualanmu menjadi semenarik mungkin juga akan mendatangkan omset yang lebih besar. Karena meningkatnya minat masyarakat kepada lapak jualanmu tentu semakin banyak mendatangkan untung.

Makanya, sebagai pemilik usaha online kamu tidak boleh pasif. Karena usaha itu butuh keja keras. Semakin kamu aktif dan kreatif usahamu akan semakin ramai. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menambahkan gambar-gambar lucu misalnya dalam tampilan luar website. Atau mengubah feed instagrammu dengan feed yang memiliki aura dan feel yang senada. Dengan begitu lapak jualanmu akan semakin kekinian.

Tokomu Berantakan dan Kotor

Jika kamu sudah mengubah setting layout lapakmu menjadi semakin menarik, setelah itu kamu juga harus memperhatikan kebersihan lapak jualanmu. Karena mungkin saja penyebab lapak jualanmu sepi karena kamu tidak pandai menjaga kebersihan dan kerapian.

Metode ini bisa kamu lakukan dengan beberapa cara di antaranya pastikan bahwa website kamu benar-benar bersih dari (widget pop-up ads) yang mengganggu. Selain itu kamu juga bisa menambah beberapa widget yang menarik dan tidak berlebihan. Karena tidak semua widget perlu kamu tampilkan, seperti kalender dan jam misalnya. Widget yang terlalu banyak ditampilkan akan menjadikan kesan lapak jualanmu semakin kotor, dan tidak efektif.

Kamu juga bisa mencoba untuk membuat navigasi website kamu lebih enak dan nyaman bagi pengunjung. Sehingga pengunjung akan semakin banyak dan betah untuk berlama-lama mengunjungi lapak jualanmu.

Pelayanan yang Buruk

Merubah dan menata lapak memang penting dilakukan, hal ini tentu akan menambah daya tarik pelanggan. Namun, apakah kalian tahu bahwa pelayanan konsumen juga menjadi pertimbangan besar pembeli? Tidak sedikit lapak-lapak jualan online yang memiliki admin cuwek dan tidak bersahabat. Padahal salah satu harapan pembeli adalah dilayani dengan ramah oleh penjualnya. Jadi ingat kata pepatah dulu, bahwa pembeli adalah raja. Jadi sewajarnya diladeni dengan sabar.

Bagi kamu yang berjualan lewat website, alih-alih mendatangkan admin yang ramah tamah dengan pembeli, kamu bisa menjadikan tampilan dan sistem order sesimpel mungkin dan tidak jelimet. Dengan begitu pembeli akan semakin betah dan nyaman dalam bertransaksi.

Harga Barang Terlalu Mahal

Bagi pebisnis profesioal, meraih untung banyak memang menjadi salah satu tujuan utama untuk direalisasikan. Tapi jika yang kamu miliki adalah usaha online, sepertinya tunggu dulu deh, karena untung banyak tidak menjadikan lapakmu laku dan berlangsung lama. Biasanya usaha-usaha online yang harganya terlalu tinggi justeru akan ditinggal konsumennya.

Sebaiknya sebelum kamu membandrol harga jual, lebih baiknya kamu research terlebih dahulu harga pasaran. Jangan sampai harga yang kamu pasang melambung tinggi atau jauh di bawah rata-rata. Selain untuk mejaga harga pasar, observasi ini bertujuan agar kamu tahu bahwa sistem jual online tidak serta merta agar mendapat untung besar.

Lebih-lebih jika kamu baru pemula, maka prinsipnya adalah bagaimana barangmu bisa terjual dan dikenal terlebih dahulu. Soal untung berapa itu urusan belakang. Kalau bingung cari produk bagus dengan harga murah, ya daftar jadi dropshipper aja di serbu.id.

Jarang Memberi Diskon atau Reward kepada Pelanggan

Menjalani usaha online memang gampang-gampang susah. Kita harus betul-betul tahu apa yang diminati pembeli. Dan terkadang daya minat ini sangat cepat sekali berubah. Sehingga kita juga harus selalu pengapdate lapak jualan kita dan melakukan upaya-upaya inovasi. Biasanya salah satu alternatif yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah memberikan diskon atau bonus tertentu.

Diskon atau bonus ini biasanya diberikan secara berkala dan dalam event-event tertentu saja. Misalnya seperti saat tahun baru, saat ulang tahun perusahaan, bisa juga pada saat-saat moment-moment sakral seperti bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Ada juga yang tidak diberikan secara berkala. Seperti give away misalnya, memang tidak dalam rangka apapun, tapi diberikan karena penjual melakukan sayembara tertentu.

Lapak yang biasanya sering memberikan diskon dan bonus akan semakin sering diserbu pembeli. Sesuai tabiat pembeli yang sedari dulu selalu mecari barang murah dengan standar kuwalitas yang lumayan. Bagi pelapak yang sering memberikan diskon atau bonus ini, dijamin lapaknyanya akan sangat dinanti-nantikan.

Sistem Pemasaran yang Kurang Produktif

Memasarkan barang jualan online tidak hanya bisa dilakukan dengan cara online saja seperti lewat media sosial, market place, atau lewat chat. Tapi juga bisa dilakukan dengan cara ofline dan memasarkannya langsung kepada pembeli. Hal ini bertujuan agar jangkauan konsumen semakin banyak dan meluas.

Pemasaran secara offline bisa kamu lakukan dengan mengikuti bergai event tertentu seperti bazar, dan pasar murah. Jangan lupa untuk mengemas daganganmu semenarik mungkin dan menyapa pembeli dengan ramah. Agar pengunjung semakin tertarik dan membeli daganganmu. Atau juga bisa dengan menitipkan barangmu di beberapa toko tertentu. Pemasaran ini bisa kamu jadikan alternatif saat bisnis onlinemu sedang turun.

Jangan Pendiskrisikan Produk Berkebihan

Saat kamu sedang berselancar di dunia online sebaiknya kamu hindari perkataan yang terlalu hiberbola. Para pembeli tentu saja lebih suka disajikan dengan kalimat-kalimat yang simpel dan elegant. Dan, tidak terlalu berlebihan dalam menggambarkan produk yang dijual.

Selain menambah penasaran pembeli, juga akan sangat menjaga barang daganganmu dari pragiatisme. Biasanya produk yang digambarkan berlebihan dan terlalu mendetail justeru akan sangat dihindari pembeli dan sangat mudah untuk ditiru.

Misalnya jika barang yang kamu jual adalah dress, maka cukup berikan gambaran, lebar dada, panjang baju, dan bahan yang digunakan.
Sekian beberapa hal yang bisa kamu jadikan refrensi untuk membuka usaha online. Dan sebagai bahan pertimbangan agar bisnismu selalu eksis dan berkembang.

Leave a Reply

Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM